Intip Bahaya Narkoba untuk Generasi Muda Secara Fisik dan Mental

Intip Bahaya Narkoba untuk Generasi Muda Secara Fisik dan Mental

Narkotika merupakan golongan obat-obatan yang dapat menyebabkan ketergantungan atau bersifat adiktif. Narkotika sendiri bisa digunakan dalam tindakan medis meski sangat dibatasi untuk menghilangkan rasa sakit khususnya pasca trauma atau saat operasi. Sayangnya, obat-obatan ini sering disalahgunakan dan diedarkan dalam peredaran gelap kriminalitas. Pengguna narkoba yang umumnya adalah generasi muda membuat mereka tergantung terhadap obat-obatan tersebut yang apabila tidak dituruti akan mengakibatkan gangguan kesehatan serius hingga overdosis dan meninggal dunia. Berikut ini adalah bahaya narkoba yang diuraikan lebih rinci agar semua pihak bisa mengawasi sehingga tidak terjebak dalam jeratannya.

Untuk bisa mengetahui bahaya yang disebabkan oleh narkotika, Anda perlu mengetahui bahaya secara spesifik sesuai dengan jenis narkotika yang digunakan. Berikut ini adalah jenis dan bahayanya untuk tubuh manusia:

  • Ganja.

Ganja merupakan nama populer bagi Marijuana di Indonesia. Dihasilkan dari tanaman yang dikeringkan dan penggunaannya menyerupai tembakau. Ganja di Indonesia merupakan jenis narkotika yang paling sering digunakan. Memiliki efek mengubah akal yang dibawa oleh zat delta 9 tetrahydrocannabiol (THC). Saat menghirup uap ganja, seseorang akan merasa “high” dengan gejala seperti:

  • Perubahan suasana hati.
  • Gangguan daya ingat.
  • Perubahan kesadaran waktu.

Jika digunakan dalam waktu yang lama, selain mengakibatkan kecanduan, ganja juga akan merusak saluran pernafasan hingga menyebabkan infeksi paru. Pengguna juga mengalami peningkatan denyut jantung dan halusinasi. Yang paling bahaya adalah pengaruh kesadaran mental yang bisa berdampak permanen pada pengguna ganja jangka panjang.

  • Shabu.

Dalam istilah medis, shabu dikenal sebagai metamphetamin. Pengguna shabu akan merasakan euforia sesaat sehingga sering menggunakannya berulang-ulang. Bahaya narkoba jenis ini untuk jangka pendek adalah menurunkan nafsu makan dan menaikkan detak jantung. Karenanya shabu sering salah digunakan untuk menunjang diet. Sedangkan untuk penggunaan jangka panjang, berikut ini adalah bahaya shabu yang akan terjadi:

  1. Imsomnia
  2. Nafsu makan hilang sehingga badan menjadi kurus.
  3. Kecanduan dan efek halusinasi.
  4. Denyut jantung tak teratur.
  5. Hilang ingatan.
  6. Masalah pada gigi.
  7. Gangguan suasana hati hingga tindak kekerasan
  • Ekstasi.

Pil ekstasi merupakan jenis narkotika paling banyak ketiga digunakan di Indonesia. Memiliki efek meningkatkan mood menjadi riang dan aktif. Ekstasi jangka pendek memiliki efek yaitu insomnia, kram otot, tremor, tekanan darah meningkat. Sedangkan untuk penggunaan jangka panjang, ekstasi dapat mengakibatkan penggunanya menjadi linglung dan tidak bisa membedakan realita serta halusinasi.

  • Heroin.

Sering juga disebut sebagai putaw oleh masyarakat Indonesia. Heroin ini memiliki daya adiktif yang sangat hebat. Cara penggunaannya adalah dengan menyuntikkannya ke bawah otot atau juga dihisap seperti rokok. Dalam penggunaan jangka pendek, heroin akan menyebabkan mual, demam, hingga koma. Sedangkan untuk penggunaan jangka panjang, heroin bisa menyebabkan keguguran, nafsu makan buruk, kecanduan hingga kematian.

Selain keempat jenis narkoba diatas, masih ada jenis-jenis lainnya yang sering disalahgunakan. Bahaya narkoba tak bisa dianggap enteng baik bagi generasi muda maupun tua sehingga bukan hanya kewajiban kepolisian dan pemerintah saja untuk mengamankannya namun juga kita sebagai bagian dari masyarakat. Jika ada anak atau orang yang dikenal menggunakan narkoba, sudah kewajiban kita untuk menasehati hingga melaporkan ke yang berwajib agar hal ini tidak berlarut-larut yang nantinya akan mengakibatkan hal buruk terhadap orang tersebut dan masyarakat.